Menggapai Kesempuranaan Ramadhan

Tidak terasa kita sudah menjalani “separuh” perjalanan ibadah puasa ramadhan ini. Dan semoga kita masih diberikan kekuatan untuk menyelesaikanya sehingga dapat mencapai kesempurnaan ibadah. Kita sudah melewati 10 malam pertama sebagai malam yang penuh rohmat dan baroqah dan saat ini kita masih ada dalam 10 malam kedua yaitu malam maghfirah. Sesuai dengan namanya saat inilah kita hendaknya banyak memohon pengampunan pada Allah SWT karena sesungguhnya kita, manusia tempatnya lupa dan salah. Berbuat kesalahan berarti kita berbuat dosa dan sebaik-baiknya orang yang berbuat dosa adalah bertaubat pada Allah. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits:

Dari Anas RA, Rasulullah bersabda : Setiap anak turun Adam pasti berdoasa (melakukan kesalahan) dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah bertaubat.

Sesuai dengan tujuan ramadhan ini, sudah sepatutnya bahwa untuk mensucikan diri kita agar diakhir ramadhan ini menjadi fitrah bagaikan bayi yang baru dilahirkan maka banyak-banyaklah bermuhasabah dan bertaqaarub pada Allah. Pergunakan malam-malam untuk bertahajud dan  berdzikir pada Allah memohon ampunan agar kelak kita bisa terhindar dari adzab Allah. Maka di dalam 10 malam yang terakhir disebut sebagai malam ” ‘Itqum minna naar ” atau pembebasan dari api neraka.

Ramadahan sebagai bulan yang suci memiliki keistimewaan dibandingkan dengan bulan-bulan lain. Puasa yang kita jalani tidak semata-mata sebagai sebuah ibadah ritual menahan haus dan lapar selama satu bulan dalam tiap tahunnya tetapi memberikan kesempatan kita untuk meningkatkan amal ibadah dan pahala. Kita memungkinkan  melaksanakan itu karena syetan yang merupakan makhuk pengganggu sudah di belenggu oleh Allah, berdasarkan hadits Rasulallah SAW:

Dari Abu Hurairah RA, Nabi bersada Ketika datang  di awal malam bulan ramadhan, Allah membelenggu syetan dan jin yang berkeliaran, Pintu neraka ditutup rapat-rapat dan beberapa pintu sorga dibuka lebar-lebar kemudian malaikat memanggil wahai orang -orang yang mencari kebaikan teruskanlah dan wahai orang-orang yang berbuat kejelekan maka berhentilah. Dan bagi Allah adalah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Demikian itu dilakukan setiap malam. (HR Tirmidzi, Kitabul Shoum)

Oleh karena itu sudah sepantasnyalah dalam sebulan ini kita membuat target pencapaian ibadah sehingga diakhir ramadhan kita mendapat derajat yang tinggi karena amalan kita. Ada 5 (lima) target kesuksesan yang hendaknya kita amalkan di bulan ramadhan ini, yaitu: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Religi. 2 Comments »

Sudah Bersyukurkah Kita ?

Sudah menjadi sifat manusia bahwa ketika dia sedang berada dalam kebahagiaan seperti diberi kekayaan yang berlimpah, sukses dalam karir/pekerjaan, bisnis yang dijalankan maju pesat maka dia lupa bahwa semua itu adalah nikmat dari Allah sehingga banyak manusia terlena dan lupa akan kewajibannya. Lain halnya ketika sedang terpuruk maka dia akan mendekat pada Tuhannya memohon dan berdoa agar terlepas dari segala penderitaan. Padahal, satu hal yang sering dilupakan oleh banayak manusia bahwa segala sesuatu yang dimiliki, dirasakan dan diterima merupakan nikmat dari Allah SWT. Pertanyaanya adalah sudahkah manusia bersyukur atas semua nikmat yang diperolehnya?

Kewajiban bersyukur

Ditulis dalam Religi. 2 Comments »