Mengukur Kinerja Sekolah melalui ME

Beberapa minggu terakhir ini, SMK di Jakarta khususnya Negeri disibukan dengan persiapan dan pelaksanaan ME (monitoring dan evaluasi). ME ini merupakan salah satu penilaian kinerja terhadap sekolah disamping akreditasi tentunya. Perbedaanya, Penilaian ME menekankan pada aspek kinerja kepala sekolah dan staf-stafnya, sedangkan Akreditasi lebih memfokuskan pada kinerja jurusan/program keahlian. Hal ini bisa kita lihat pada instrumen penilaiannya yang terbagi pada beberapa kelompok seperti organisasi dan manajemen, kurikulum, hubungan dg dunia industri, sarana dan prasarana dan kesiswaan. Semuanya itu tergambar pada struktur organisasi di sekolah dimana Kepala sekolah sebagai top manajer dibantu oleh 4 wakil sebagaimana disebutkan tadi. Dan dari sisi administrasi sekolah yang menyangkut administrai kepegawaian, siswa, peralatan dan inventarisasinya diwakili oleh kepala subbag TU.

Sudah menjadi tradisi yang turun temurun bahwa manakala sekolah akan dimonitor dan dievaluasi, sudah pasti akan terjadi kesibukan yang luar biasa. Sibuk menyiapkan segala sesuatu yang berakaitan dengan instrumen penilaian utamanya dari sisi bukti fisik/dokumen. Hal ini tentunya mengisyaratkan seolah-olah sekolah hanya berbenah diri pada saat akan di- ME atau diakreditasi. Tidak salah memang karena ini berkaitan dengan penilaian terhadap sekolah yang tentunya berimplikasi pada   nama baik dan gengsi terutama dikalangan kepala sekolah. Jika unsur yang ada di sekolah  menyadari bahwa masing-masing  memiliki tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan termasuk didalamnya  aspek administrasinya, saya fikir apapun penilaian yang akan dilakukan oleh dinas, sekolah tidak perlu khawatir. sabagai contoh, Guru sudah memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap mulai silabus, RPP, Program semster/tahunan termasuk jg perangkat yg lain spt penyusunan kisi-kisi soal,analisis soal dan penilaian, jadwal remedial serta pengayaan. Demikian juga halnya perangkat yang lain spt wakil kurikulum, sarpras, humas DUDI, kesiswaan, Tata Usaha. Pendek kata jika kita sudah bisa menerapkan konsep WRITE WHAT YOU DO AND DO  WHAT YOU WRITE maka tidak ada lg kekwatiran terhadap penilaian yang akan dilakukan oleh tim ME. Karena sejatinya penilaian yg dilakukan oleh Tim ME lebih banyak pada aspek dokumen dibandingkan observasi lapangan.

Menyiasati lemahnya administrasi sekolah sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sertifikasi ISO 9001: 2000 dimana indikatornya adalah kualitas manajemen dan pelayanan pendidikan yang tercermin pada standar operasional dan prosedur dari setiap kegiatan. SOP tersebut hendaknya dibuat  dalam kerangka menerapkan standar pelayanan minimum sehingga apapun bentuk kegiatan yang dilakukan akan terencana dan terukur.  Dengan demikian, jika sekolah sudah mampu menerapkan ISO ini berarti sekolah harus berkomitmen menjaga mutu pelayanan dan makin mendisiplinkan, mengefektifkan, dan selalu memberikan point-point untuk adanya perbaikan berkesinambungan terhadap sistem. Di pihak luar tentu akan semakin meningkatkan citra sekolah dan diharapkan dengan peningkatan citra tentu saja akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan muara akhirnya adalah peningkatan kualitas pendidikan.Konsep sederhananya “WRITE WHAT YOU DO AND DO WAHAT YOU WRITE”.

Departemen Pendidikan Nasional melalui direktorat pembinaan sekolah sesuai tingkatan masing-masing sudah lama mendorong sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan pendidikan dengan menerapkan program ISO tersebut dengan berpedoman pada 8 (DELAPAN) standar pendidikan nasional.  Karena salah satu fungsi dari Standar Nasional Pendidikan adalah  sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Siapkah sekolah anda menuju sertifikasi ISO ini?

7 Tanggapan to “Mengukur Kinerja Sekolah melalui ME”

  1. beasiswa s2 Says:

    Saya sedang berburu bahan pelajaran, eh malah nyantol di blog ini, semoga dengan tambahan bahan pelajaran dari blog ini bisa membatu saya meraih beasiswa 2010, amin. Salam sukses.

  2. RM Setiadi Guru SMK 15 Jakara Says:

    Bravo I S O
    guna meningkatkan kinerja dan memperlancar adm kerja ISO sangat perlu s siap nga siap harus siap kalau kita mau maju

  3. cenya95 Says:

    Faith makes all things possible.
    Hope makes all things work.
    Love makes all things beautiful.
    May you have all of the three.
    Happy Iedul Fitri.

  4. Perkembangan agama islam pada zaman pertengahan | h4id412 Says:

    […] Mengukur Kinerja Sekolah melalui ME December 3, 2009 Hary […]

  5. IRWAN Says:

    Tolong dong sistematik pengukurannya

  6. Loyal Munkaruha Says:

    lövésem sincs miről beszéltek, de azért futtatom az oldalamat!😀

  7. Loyal Munkaruha Says:

    Üdv Magyarországról!🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: