2 sertifikat yang beda kegunaan

P5190112Alhamdulllah saya tentunya bersyukur atas karunia nikmat yang Allah anugerahkan krn atas izinNya di 2009 ini saya mendapatkan dua serifikat yaitu sertifikat pendidik dan sertifikat pengadaan barang dan jasa. Sertifikat yang pertama merupakan dambaan setiap insane pendidik tdk hanya dalam kontek sbg instrument untuk mendapatkan tunjangan profesi tetapi lebih dari itu sbg pengakuan atas profesi yg digeluti yaitu guru/pendidik. Pengakuan yang berimplikasi pada profesionalisme sebagai guru atau pendidik tentunya menuntut saya untuk mengabdikan diri secara total dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa memperoleh hasil yang maksimal. Pada gilirannya siswa akan lebih meningkat lagi tidak hanya kompetensinya tetapi juga akhlaqnya dan moralnya  lebih bermartabat.

Sedangkan sertifikat yang kedua, secara fungsional memang tidak ada hubungannya dengan profesi guru. Namun dalam konteks transparansi pengguanaan anggaran Negara dalam pengadaan barang dan jasa maka dibutuhkan orang-orang yang memiliki sertifikat termasuk juga sekolah. Berdasarkan Keppres bahwa setiap pengadaan barang jasa yang dibiayai oleh Negara di atas 50 juta harus melalui lelang. Panitia lelang yang dtunjuk harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan dasar tersebut, bulan Desemeber tahun 2008 saya dan kedua teman ditunjuk oleh pak Dedi Ditagama (saat itu masih Kepala SMKN 3) untuk mengikuti sertifikasi pelatihan pengadaan barang/jasa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Prooinsi DKI Jakarta. Selama 2 hari saya beserta sekitar 200 orang lebih dari berbagai utusan sekolah dan UPT di lingkungan Dinas Pendidikan memperoleh penjelasan materi seputar pengadaan barang/jasa pemerintah (lelang) dari nara sumber yang berasal dari BAPPENAS. Kemudian diakhiri dengan mengerjakan soal-soal ujian dalam rangka memperoleh sertifikat.. Setelah hampir 5 bulan tidak tahu kabar beritanya karena tidak ada pengumuman resmi, dua minggu yang lalu saya ditelepon oleh pegawai Dinas Pendidikan yang memberitahukan bahwa saya termasuk salah satu anggota tim Pengadaan Barang /Jasa di lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta. Sempat terkejut awalnya, krn alasan beliau  saya sudah punya SIM atau dengan kata lain saya telah memperoleh sertifikat nasional karena lulus ujian sertifikasi. Dari informasi yang saya peroleh ternyata dari 500 orang yang ikut ujian hanya 30 orang yang dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat Ahli Pengadaan Nasional tingkat pertama kategori L2.

Ditulis dalam berita. 3 Comments »

3 Tanggapan to “2 sertifikat yang beda kegunaan”

  1. Dedi Dwitagama Says:

    selamat … anda hebat, sertifikat itu pembuktiannya … keep fighting sir

  2. Loyal Munkaruha Says:

    Üdv Magyarországról!🙂

  3. Wall Paint Colors Says:

    Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that I have really enjoyed browsing your blog posts. After all I’ll be subscribing to your feed and I hope you write again very soon!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: