Budaya Baru Dunia Pendidikan Kita

Siswa sedang khusu bermuhasabah

Siswa sedang khusu bermuhasabah

Ujian nasional sudah berakhir, para siswa, orang tua dan juga pihak sekolah tinggal menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas . Dengan standar kelulusan yang dinaikan menjadi 5,50 dianggap berat oleh sekolah dan sebagian orang tua siswa. Berdasarkan pengalaman tahun lalu dengan standar nilai yang lebih rendah saja angka ketidaklulusan masih tinggi. Namun keputusan menaikan standar nilai sudah ditetapkan dan sekolah mau tidak mau harus berusaha dan berjuang mencapai angka tersebut.

Berbagai upaya dan usaha dilakukan sekolah dalam mempersiapkan ujian nasional ini, baik teknis maupun non teknis. Secara teknis,usaha yg dilakukan sekolah yaitu dengan mengintensifkan proses pembelajaran di kelas, pendalaman materi dan bahkan ada sekolah yang bekerja sama dengan lembaga privat(bimbel). Indikator untuk mengukur sejauh mana efektifitas kegiatan itu biasanya dengan mengadakan try out. Sedangkan secara non teknis sekolah-sekolah banyak melaksanakan apa yang dikenal dengan istilah dzikir bersama, muhasabah dan semacamnya. Biasanya dilakukan sepekan sebelum hari H ( Kompas , tanggal 17 April 2009). Dan nampaknya ini sudah menjadi budaya baru di dunia pendidikan kita. Seolah-olah sekolah tidak yakin terhadap apa yang sudah dilakukan menyangkut aspek teknis tadi. Bukankah ketika kita sudah mempersiapkan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasinya berdasarkan SKL, Silabus bahkan Kisi-kisi soal yang sudah ada akan lebih mudah mencapai target angka itu. Atau memang tingkat kemampuan anak-anak kita yang rendah sehingga kita menjadi tidak percaya diri. Apapun alasanya,  Semua langkah tersebut menuju muara yang sama yaitu bagaimana prosentasi kelulusannya bisa tinggi bahkan kalau perlu lulus 100%. Khusus untuk upaya non teknis tadi, timbul pertanyaan apakah ada korelasi antara muhasabah/dzikir bersama dengan prosentasi kelulusan siswa? Sejauh ini belum ada penelitian yang membahas masalah itu.

Kalau dikaitkan dengan perolehan nilai, menurut saya tidak ada korelasinya tapi kalu dihubungkan dengan menyiapkan mental agar ketika mereka mengerjakan soal-soal bisa rileks tidak tegang saya setuju. Tapi ketika saya tanya mereka (siswa saya) ada tidak pengaruh dzikir bersama dengan ujian hari ini. Jawabanya mereka beragam ada yg merasa lebih tenang, ada juga yg jawab gak ada pengaruhnya tetep tegang juga. Dan bila dihubungkan dengan kemampuan meyelesaikan soal, jawaban mereka klo gak bisa tetap gak bisa juga.

Ustadz Arif dan Ustadz H. Bustamam sedang memimpin Acara Muhasabah

Ustadz Arif dan Ustadz H. Bustamam sedang memimpin Acara Muhasabah

Sudah menjadi sifat manusia bahwa ketika terdesak barulah minta pertolongan sama Allah. Mudah-mudahan anak-anak kita tidak seperti itu, acara dzikir bersama / muhasabah ini hanya wadah kebersamaan mereka dalam mendekatkan diri dan memohon agar diberi yang terbaik dalam ujian ini. Karena saya yakin setiap harinya mereka sudah bermunajat pada Allah. Kita semuanya memang berharap bahwa apa yg kita usahakan akan menuai hasil optimal, anak-anak kita bisa lulus semua sehingga tidak hanya mereka dan orang tuanya saja yang senang tapi sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan guru jugapemangku kebijakan pendidikan baik tingkat wilayah maupun pusat. Dan budaya dzikir bersama atau muhasabah tidak harus dilakukan pada saat akan ujian saja (khusus kelas 9 atau 12) tapi bisa dilakukan di saat yang lain  dengan mengikutsertakan seluruh siswa. Ada sebuah hadits Jika kita mendekat kepada Allah sejengkal maka Dia akan mendekat se depa, Jika kita mendekat se depamaka Dia akan mendekat se hasta dan jika kita mendekat dengan cara berjalan maka Dia akan mendekat dengan cara berlari (maaf kalau salah) dan sebuah ayat Sesungguhnya Alaah lebih dekat dengan urat  lehermu. Hal ini menyiratkan bahwa tidak ada tempat untuk minta pertolongan kecuali hanya pada-NYA.

6 Tanggapan to “Budaya Baru Dunia Pendidikan Kita”

  1. kegiatan 80 - neno Says:

    […] Budaya Baru Dunia Pendidikan Kita […]

  2. Jaenudin - smkn3 kota bekasi Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Bos.. Haryanto..

    Kemana aja ngak ada kabarnya..
    rumah masih digamprit.. tlong bales ke email ini…

  3. Loyal Munkaruha Says:

    Semmi, csak gondoltam írok ide valamit, üdv Magyarországról

  4. kegiatan sekolah | ragilpti Says:

    […] Budaya Baru Dunia Pendidikan Kita […]

  5. Loyal Munkaruha Says:

    Üdv Magyarországról!🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: