Barack Obama dan Pilpres 2009

Sudah banyak pakar baik politik, ekonomi, militer yang mengomentari kemenangan Obama dalam pemilihan presiden AS saat ini yang bisa kita baca dan dengar dari berbagai media.  Semua dikaitkan dengan prospek hubungannya dengan negara kita, Indonesia. Dan semuanya optimis hubungan bilateral Indonesia-AS akan lebih baik lagi. Optimisme ini dilatarbelakangi masa kecil Obama yang pernah tinggal di negeri ini sehingga paling tidak ada ikatan psikologis. Mudah-mudahan kebijakan AS yang berhubungan dengan Indonesia nantinya memberikan warna positif sehingga menguntungkan Indonesia sesuai dengan harapan presiden dan wapres SBY – JK ketika diminta tanggapan atas kemenangan Obama.

Sejarah telah terukir di AS, Obama menjadi presiden keturunan Afro Amerika pertama yang berhasil menduduki gedung putih. Obama memang fenomenal, menjalani karir politik yang cukup singkat untuk bisa masuk senat kemudian memenangkan konvensi calon presiden dari partai demokrat dengan mengalahkan Hilary Clinton yang lebih senior. Muaranya, dengan sligan “Change” dalam menghadap John Mc Cain dari partai republik, Obama menang mutlak dalam pemungutan suara tanggal 4 Nopember lalu.

Apa yang bisa kita petik dari kemenangan Obama ini?

Pilpres 2009 tinggal menghitung bulan, capres yang diusung oleh parpol masih muka-muka lama (generasi tua). Wacana regenerasi kepemimpinan nasional masih sering disuarakan oleh kalangan muda yang dimotori Yudi Chrisnandi (politisi partai Golkar) dan Fajrul Rachman (aktivis). Mereka berpendapat selama golongan tua masih memimpin negeri ini maka negeri ini tidak akan bisa keluar dari berbagai masalah. Namun rasanya sulit untuk mewujudkan itu, sistem perpolitikan kita masih menerapkan sistem ewuh pakewuh artinya ketua umumlah yang biasa diusulkan untuk menjadi capres seperti yang selama ini terjadi. Dan notabene ketua umum partai yang ada saat ini masih muka lama alias golongan tua. Syarat pencalonan presiden seperti yang tercantum dalam UU pilpres juga mempersulit kalangan muda untuk masuk bursa.

apa yang harus dilakukan golongan muda?

Pilpres 2009 mungkin belum saatnya golongan muda untuk maju ke pentas nasional, tapi paling tidak berkaca pada kemenangan Obama yang saat ini 47 tahun, 2014 adalah saat yang paling tepat untuk bisa bersaing dalam perebitan RI 1. Politisi-politisi muda yang saat ini berumur 40-an dan tersebar di berbagai parpol harus sudah mulai menyusun strategi dan “good image”. Banyak hal yang harus diperbuat oleh kaum muda untuk bisa mendapat simpati masyarakat di 2014 nanti. Proses pembentukan good image (pencitraan positif) membutuhkan kerja keras dan perjuangan. Mulailah dari sekarang bila ingin mengusung perubahan.

sudah siapkan anda semua wahai politisi muda?

Ditulis dalam Opini Pribadi. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Barack Obama dan Pilpres 2009”

  1. rudyhilkya Says:

    untuk menjadi politisi, pertama-tama harus belajar ilmu politik yang bener dulu, kemudian jadi pengacara alias mengambil ilmu hukum .. kemudian kalo udah kebelet dan omongan ngototnya bisa menang, baru deh jadi politisi ..
    kira-kira gitu pak, kesimpulan saya tentang obama jr ini, dan juga politisi-politisi handal di negara liberal juga biografi presiden AS seperti tayangan metroTV

    yang penting, blogger juga salah satu politisi di dunia cyber😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: