Sertifikasi dan Profesionalisme Guru

Euforia kebahagiaan terpancar pada wajah teman-teman guru sejak kemarin dan masih dirasakan hari ini.  Tunjangan profesi yang selama ini dinanti-nantikan pasca lulusnya mereka dari proses sertifikasi baik melalui portofolio maupun DIKLAT GURU telah cair di rekening mereka masing-masing. Kegelisahan ternyata sudah terjawab dan harapan untuk memperoleh tambahan penghasilan diluar gaji terpenuhi. Bagaimana selanjutnya?

Berangkat dari keinginan pemerintah untnuk meningkatkan kesejahteraan guru yang selama ini dianggap masih kurang dan menjadi salah satu faktor rendahnya mutu pendidikan di negara ini maka langkah yang ditempuh pemerintah yaitu dengan membuat UU Guru dan Dosen. UU inilah yang menjadi pintu masuk untuk peningkatan kesejahteraan ini.

Terkait hal tersebut, langkah yang dilakukan adalah sertifikasi terhadap guru-guru artinya proses untuk memberikan sertifikat kepada guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi. Standar kualifikasi terkait pada tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah. Standar kompetensi berhubungan dengan penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri seorang guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif. Menurut Kepmendiknas no. 045/U/2002 kompetensi dapat diartikan  seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksankan tugas -tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Guru sebagai sebuah profesi sudah tentu harus memliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang menjadi bagian dari dirinya dalam sehingga ia dapat melakukan tindakan-tindakan kognitif, afektip dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. <!–[if gte vml 1]> <![endif]–>Sesuai dengan UU Guru dan Dosen, kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yaitu Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional. Untuk mengukur kompeten atau belum kompeten sebagai persyaratan pemberian sertifikat maka dilakukan uji kompetensi yang mencakup dua hal yaitu tes tulis dan tes kinerja (real teaching) yang dibarengi dengan self appraisal dan portofolio . Dua hal inilah yang menjadi indikator dalam pemberian sertifikat profesi pada teman-teman guru yang lulus pada tahap pertama dan sudah menikmati tunjangannya dan tidak terkecuali juga guru yang lulus melalui jalur Diklat.

Guru yang sudah memiliki sertifikat profesi (pendidik) itu artinya mereka sudah harus profesional. Guru yang profesional harus mencerminkan sosok guru  yang mempunyai wawasan pendidikan secara luas baik yang sifatnya makro maupun mikro. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya, dan selalu melakukan pengembangan diri secara terus menerus melalui organisasi profesi, buku, seminar, internet dan semacamnya.

Disamping 4 kompetensi yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang, kompetensi penguasaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan keniscayaan dalam era sekarang ini. Karena pembelajaran berbasis elektronik atau dikenal dengan istilah e-learning sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan dan metode pembelajaran. Dengan demikian keprofesionalan guru juga tidak terlepas dari penguasaan TIK. Maaf bagi teman-teman yang belum terbiasa dengan TIK ini, mulai saat ini supaya membiasakan untuk menggunakan dan menerapkanya dalam proses pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran di kelas semakin menarik lagi. Sudah saatnya untuk mengembangkan diri…. selamat berjuang karena tuntutan profesionalisme adalah keniscayaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: