Kota Motor, Julukan baru Jakarta

Jakarta, ibukota negara yang sedang berbenah dari metropolitan menuju kota megapolitan  mendapat julukan baru yaitu Kota Motor. Laju pertumbuhan motor di Jakarta dan sekitarnya sangat tinggi sekali sehingga ruas-ruas jalanan di ibukota tiap harinya dipenuhi oleh kendaraan roda dua ini.

Kendaraan roda dua (motor) sekarang ini menjadi permasalahan serius kota Jakarta. Jalanan di ibukota ini sudah dipenuhi oleh motor tidak terkecuali jalan-jalan protokol sehingga tidak ada lagi sudut jalan yang steril/terbebas dari motor. Bahkan areal parkir baik di pusat-pusat perbelanjaan, gedung-gedung perkantoran, kampus dan sekolah disesaki oleh motor. Menurut data Dinas Lalulintas dan Jalan Raya, motor di Ibukota kurang lebih ada 5,5 juta, itu artinya hampir satu rumah tangga di Jakarta ini memiliki motor.

Kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu ternyata tidak mengurangi minat masyarkat untuk membeli motor. Tetapi justru sebaliknya, dengan pertimbangan ongkos angkutan yang naik itu berarti menambah pengeluaran untuk biaya transportasi. Sebagai contoh saya yang tinggal di perbatasan antara Jakarta dan Bekasi, untuk sampai ke sekolah seandainya menggunakan jasa angkutan maka saya harus naik angkot sebanyak 3 kali dan menghabiskan rata-rata Rp. 3000 per angkot sehingga kurang lebihnya dalam satu hari menghabiskan Rp. 18.000 untuk biaya transportasi. Dengan nilai sebesar itu berati bisa memperoleh 3 liter premium dan cukup untuk 3 hari perjalanan. Dan Bila dikalikan selama sebulan maka jumlah tersebut cukup untuk membayar angsuran motor. Itulah saya pikir yg menjadi pertimbangan banyak orang di Jakarta dan sekitarnya ini memilih kendaran roda dua sebagai moda angkutan untuk pergi dan pulang ke tempat kerja.

Kemudahan memilki motor ini tidak terlepas dari regulasi moneter dibidang lembaga pembiayaan (leasing) yang begitu mudah memberikan persetujuan kredit pada nasabah dengan uang muka dan syarat yang ringan. Hal ini juga tidak terlepas dari persaingan para pabrikan yang berharap untuk tetap menjadi leader market. Penetrasi mereka bisa kita lihat dengan wira-wiri iklannya di stasiun-stasiun TV.  Namun disisi lain kemudahan ini juga berakibat pada tingginya angka penarikan sepeda motor oleh leasing terhadap nasabah yang macet. Dan kita bisa melihat fenomena ini pada acara lelang motor second yang dilakukan oleh peusahan pembiayaan.

Rencana pemerintah melalui Menkeu yang akan menaikan Pajak dan Restribusi Kendaraan bermotor saya pikir tidak akan terlalu berpengaruh pada penjualan kendaraan roda dua ini. Hal ini terkait pada efektifitas dan efisien dalam mobilitas masyarakat di tengah belantara kota Jakarta yang kian macet. Karena dengan menggunakan motor kita bisa “nyelap-nyelip” di antara mobil atau juga masuk ke gang-gang. Meskipun angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya ini semakin meningkat setiap tahun.

image : http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/07/psb-parkir.jpg

Ditulis dalam Uncategorized. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Kota Motor, Julukan baru Jakarta”

  1. Natashieka Says:

    bisa informasi tempat lelang motor berkualitas di Jakarta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: