3 hari menjelajahi Dieng dan Jogja (bag terakhir)

Hari terakhir.

Tidak afdhol rasanya pergi ke Jogja kalau tidak mengunjungi Keraton dan Jalan Marlioboro. Keraton sebagai symbol kekuasaan raja/sultan didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono 1 tahun 1755, yang sampai saat ini oleh mayarakat Jogjakarta dan sekitarnya masih dianggap sebagai pemimpin/raja yang harus dipatuhi (sabda pandito ratu) meskipun secara formal pemimpin wilayah terdiri dari walikota/bupati dan gubernur. Keberadaan keraton secara turun temurun dijadikan sebagai tempat tinggal raja sampai sekarang termasuk Sri Sultan Hamengkubuwonom X. Sedangkan Jalan Marlioboro merupakan pusat bisnis, pusat keramaian yang denyutnya terasa dari pagi sampai tengah malam. Nah dua tempat inilah yang menjadi tujuan akhir perjalanan rombongan kami.


Karena ini hari terakhir, maka rombongan diperintahkan untuk mengemasi barang-barang bawaannya untuk dibawa ke bis, karena setelah mengunjungi 2 tempat ini akan langsung balik ke Jakarta. Selesai sarapan pagi di Hotel dengan menu khas Jogja yaitu Gudeg dan tempe bacem rombongan berngkat menuju Keraton. Dengan di pandu oleh salah satu petugas, kami dibawa berkeliling memasuki setiap ruangan yang ada di keraton. Di luar keasyikan kami menikmati benda-benda sejarah peninggalan kerajaan dan almarhum Sri Sultan HB IX, di halaman utama tampak para pekerja sedang mempersiapkan tenda-tenda yang menurut informasi bahwa tenda itu akan dipergunakan untuk resepsi pernikakan putri Sultan (acaranya sudah digelar). Setelah puas melihat koleksi dan mendapat pengetahuan baru mengenai keraton rombongan langsung menuju wisata belanja Jalan Marlioboro melanjutkan acara belanja yang dirasa masih belum puas pada hari sebelumnya. Jalan Malioboro”’ adalah nama jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi dan Jalan Jend. A. Yani, Jalan ini merupakan poros [[Garis Imaginer Kraton Yogyakarta]].

Terdapat beberapa obyek bersejarah di jalan ini antara lain Tugu Kraton, Stasiun Tugu, Gedung Istana Negara, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan ini sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, ”hapening art”, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini. Diberi waktu sampai pukul 14.30, rombongan baik berkelompok maupun sendiri-sendiri mencari barang-barang yang akan dijadikan sebagai oleh-oleh baik berupa makanan, pakaian maupun asesoris. Bagi yang mencari batikdengan harga yang murah bisa dengan leluasa mencari di pasar Beringharjo tetapi kalau mau yang kualitasnya lebih bisa masuk di outlet/distro yang ada di sepanjang jalan marliobor meskipun agak terhalang oleh pedagang kaki lima yg memenuhi hampir di dua sisi jalan. Puas dengan mendapatkan yang dicari, tepat pukul 14.00 rombongan kumpul kembali di Bis untuk melanjutkan makan siang diRestoran Taman Firdaus sekalian dengan persiapan untuk balik ke Jakarta. Sekitar Pukul 15.15 perjalanan dilanjutkan untuk pulang ke Jakarta melalui jalaur selatan. Sempat istirahat di Restoran Sari Bahari Gombong untuk makan malam dan Sholat Magrib dan Isya, rombongan tiba di Jakarta Minggu pagi jam 04.00. Rasa penat dan capai seolah belum hilang, hari senin kami kembali memulai aktivitas seperti biasa.

Satu Tanggapan to “3 hari menjelajahi Dieng dan Jogja (bag terakhir)”

  1. dedidwitagama Says:

    trm ksh atasiputan berjilid tiga, sangat bermanfaat utk dikenang, keep fight brother


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: