3 hari menjelajahi Dieng dan Jogja (bag. 2)

Setelah puas seharian menikmati 2 obyek wisata yang terletak di Propinsi Jawa Tengah dan istirahat di Hotel Matahari yang terletak di Jl. Parang Tritis Km 2 ini, rombongan bersiap-siap untuk tour de jogja.

Hari Ke-dua.

Jogjakarta, siapa yang tak kenal dengan kota ini. Kota bersejarah yang merupakan pecahan Kerajaan Mataram selain Mangkunegaran banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang memilki nilai seni tinggi. Di jaman revolusi Jogjakarta, juga pernah menorehkan sejarah dalam mempertahankan eksistensi sebagai sebuah negara yang saat itu Belanda hendak menjajah kembali dengan peristiwa serangan umum 1 Maret. Disamping itu kota ini juga pernah menjadi ibu kota negara. Karena besar jasanya bagi negeri ini maka oleh pemerintah pusat kota ini di jadikan sebagai Daerah Istimewa Jogjakarta yang terdiri dari 1 Kota dan 4 Kabupaten (koq malah ngelantur cerita yang lain🙂

kembali ke inti perjalanan kami…..


Di hari kedua ini, fokus obyek wisata yg akan dikunjungi adalah obyek wisata kota jogja. Setelah sarapan pagi di hotel rombongan menuju ke pusat kerajinan perak di kota Gede melihat-lihat para pengrajin mengolah perak menjadi cincin, gelang, kalung, bros dan asesoris2 wanita lainnya. Sebagaimana umumnya wanita yang menyukai perhiasan, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh ibu-ibu untuk membeli berbagai macam asesoris perak ini baik untuk oleh-oleh maupun untuk dipakai sendiri. Puas di kota Gede, perjalanan dilanjutkan ke pusat Batik. Tidak terlalu lama ditempat ini karena yang didatangi ternyata toko Batik meskipun ada ruangan yang digunakan untuk membatik. Selanjutnya rombongan berangkat menuju agro wisata kebun salak di daerah Sleman yang terkenala dengan salak Pondohnya. Namun sebelumnya beristirahat dulu di restoran baledono untuk sholat Jum’at dan Makan Siang. Mengasyikan jalan-jalan di tengah kebun salak sambil mendengarkan penjelasan dari petugas. Dan lebih asyik lagi kami diberi kesempatan untuk memetik sendiri salak-salak tersebut untuk di santap. Capai berkeliling kebun seluas 24 hektar ini (keseluruhan lho) dan makan sepuasnya, rombongan dipersilahkan untuk membeli salak dan olahan turunanya seperti dodol dan kripik salak di koperasinya atau dari warga yang berjualan di sekitar argo wisata tsb. selanjutnya rombongan kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan yang rencana awalnya mau ke Kali Urang ternyata diubah haluannya ke Marlioboro (maklum ibu-ibu maunya belanja he..he..).

Rombongan diberi waktu selama 3 jam untuk walking arround Jl. MarloPengrajin Batikboro untuk mencari barang-barang souvenir ataupun baju yang akan dibawa sebagai oleh-oleh. Belum puas rasanya menyusuri Marlioboro dari utara (dekat stasiun) membujur ke selatan (Benteng Van…), terdengar dari speaker panggilan untuk kembali ke bis krn hari sudah menjelang magrib. Rombongan kembali ke Hotel untuk sholat Magrib dan Isya selanjutnya akan makan malam di resto Firdaus di Jl. Parang Tritis sekaligus acara ramah tamah yang diiringi dengan life music organ tunggal.

Acara santai malam itu diisi dengan game-game yang digawangi oleh Pak Amir, pembagian doorprize dan unjuk kebolehan menyanyi teman-teman. Ternyata banyak bakat- bakat terpendam dari kawan-kawan yang meskipun umurnya sudah di atas 40tahun tetapi oke juga dalam menyanyi. Semua bergembira dan berjoget seolah-olah terlepas dari beban bebas dan bebaaaas….. Asyik besuka cita tidak terasa jam menunjukan pukul 22.30, saatnya kembali ke Hoteluntuk istirahat. Kita lanjutkan reportasenya besok lagi Ok.

Suasana Ramah Tamah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: