Izinkan saya ber”Terima Kasih”

Tidak terasa sudah masuk tahun ke-tiga perjalanan menapaki “karir” (memangnya kerja kantoran) sebagai salah satu guru di sekolah ini setelah kurang lebih enam tahun mengajar di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat. Ke”hijrah”an saya bukan berarti ketidakmampuan untuk mengembangakan kompetensi disana karena banyak juga guru-guru di luar Jawa yang sukses dalam pencapaian karirnya sebut saja pak guru Urip yang sekarang sedang menyelesaikan S2 di UGM,, mas Syarif Winata di Palangkaraya yang blognya banyak memberikan tutorial web design dan design grafis, dan masih banyak yang lainnya. Tetapi lebih pada keinginan agar bisa dekat dan berkumpul dengan keluarga. Pindah ke SMKN 3 ternyata saya masuk pada sebuah atmospir dimana pemanfaatan TIK menjadi media utama dalam aspek kegiatan sekolah baik administrasinya dan terutama proses belajar mengajar. Merasa kemampuan penguasaan TIK saya pas-pasan, dan adanya keinginan serta motivasi yang kuat pada akhirnya saya bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan meskipun masih jauh jika dibandingkan dengan perkemangan TIK saat ini. Meskipun demikian saya patut bersyukur atas peningkatan ini dan senantiasa berharap untuk terus berkembang. Dalam proses mengupgrade kemampuan tentang TIK ini saya dibimbing dan ditemani oleh orang-orang yang bisa memahami kelebihan dan kekurangan yang saya miliki. Dan melalui media ini izinkan saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman tersebut yang telah berkolaborasi dan bersinergi dalam 2 tahun ke”hijrah” ini.

Deni Triwardana, sosok ini adalah orang yang banyak berjasa atas peningkatan kemampuan saya. Beliau tidak saja sebagai teman satu profesi tetapi juga “guru”, “tutor”. Sebagai salah satu assessor KKPI tingkat nasional dari 7 assesor (maaf kalau salah) yang ada di Jakarta, kemampuan dan kompetensi beliau mengenai TIK tidak diragukan lagi. Di lingkungan sekolah, pak Deni diibaratkan “ensiklopedi” berjalan, tempat bertanya dan orang di balik layar atas keberhasilan ditunjuknya SMK 3 sebagai ICT Center Jakarta Pusat. Dalam komunitas TI yang lebih luas, beliau juga menjadi referensi mengenai TIK baik untuk tingkat wilayah Jakarta Pusat ataupun DKI Jakarta. Dan beliau adalah ketua MGMP KKPI SMK DKI Jakarta. Melalui kemampuannya, tenaga beliau juga banyak di minta oleh Dinas Dikmenti baik tingkat kota maupun propinsi bila mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK. Sosok pak Deni adalah orang yang tidak banyak bicara tetapi bukan berarti sulit untuk diminta bantuanya, tetapi itu lebih pada untuk menunjukan ke”low profil”an. Latar belakang pendidikannya yang sebenarnya Matematika, namun karena kecintaanya pada TI beliau sudah tidak lagi mengajar matematika sekarang lebih focus pada KKPI (kebetulan sudah lulus sertifikasi alih fungsi). Kelebihan beliau yang lain yang sangat ingin saya tiru yaitu konsistensi dalam menjalankan ibadah sunah dan sekarang masih terus dijalankan adalah Sholat Dhuha dan Puasa sunah Senin-Kamis. Beliau tidak pernah meninggalkan kebiasaan ini meskipun waktunya berbenturan dengan kegiatan-kegiatan seperti workshop, pelatihan, seminar ataupun pergi ke luar daerah. Tinggal satu tahap lagi dalam perjalanan karir beliau yaitu Kepala Sekolah. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa terwujud.

Lagi Beraksi

Sebagai tim IT sekolah, sosok wanita enerjik ini menjadi tulang punggung dalam setiap kegiatannya terutama yang berhubungan dengan administrasi. Namanya Paryaningsih, atau lebih dikenal dengan sebutan bu Yani, masih lajang satu lifting di bawah saya ketika kuliah. Hampir 2 tahun bersama beliau baik dalam mengajar (kebetulan satu team teaching) juga dalam menjalankan ICT Center. Sebagai team ICT Center, banyak kegiatan yang berhubungan dengan institusi/sekolah lain. Untuk berhubungan dengan mereka tentu memerlukan sosok yang luwes dan bisa berkomunikasi. Dan bu Yanilah yang menjadi “icon”,sehingga tugas beliau bertambah dengan merangkap menjadi “PR”. Dikalangan mereka (orang-orang yang pernah bekerja sama dengan kami) banyak yang mengira bu Yani ini wakil kepala sekolah bahkan yang lebih menggelikan lagi ada ungkapan kalau nggak ada bu yani, SMK 3 nda jalan (memangnya punya kaki). Orangnya mengasyikan dan selalu bisa memahami kekurangan orang lain meskipun rada bawel.

Beliau guru Matematika, bagi para siswa dianggap sebagai guru kiler dan menakutkan karena disamping sebagai team IT juga Pembina OSIS. Pak Bahar namanya, berasal dari salah satu kota di Jawa Timur, pekerja keras dan selalu ingin tahu. Bekerja sama dengan beliau sangat mengasyikan juga. Sikapnya yang “trengginas” menutupi saya yang lambat. Sehingga teman-teman sering membuat gurauan “ada pak Bahar semua masalah pasti beres”.

Selain tiga sahabat ditas yang menemani perjalanan “hijrah” saya, ada satu lagi yaitu bu Umi Umairoh, latar belakangnya Akuntansi, tetapi juga menguasai computer, sehingga dimasukkan juga sebagai team IT sekolah dan ICT Center. Dengan latar belakang pendidikannya, beliau dijadikan sbg orang yang mengurus keuangan dalam setiap kegiatan ICT. Kemampuan intelektualnya juga tidak disangsikan, sehingga diberi kepercayaan oleh kepala sekolah sebagai ketua jurusan Akuntansi. Meskipun sibuk ngurusi jurusan, beliau tetap aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksankan ICT.

Kedudukannya di sekolah sebagai tenaga maintenance lab computer, sudah sejak lama mendampingi pak Deni, sehingga sebagian ilmu pak deni juga ada pada orang ini. Namanya Arun Suherman, masih muda , bagi saya arun ini juga tempat bertanya manakala saya mengalami kesulitan. Kelebihannya, orang ini bisa dengan mudah mempelajari suatu pengetahuan baru yang berubungan dengan teknologi computer dengan hanya melihatnya kemudian mencoba. Tapi bila kemudian disuruh ngajarin dengan mencatat setiap langkah demi langkah paling tidak bisa. Orangnya memang tidak banyak bicara. Bagi saya seorang Arun juga sangat berjasa dalam perjalanan hijrah saya.

Dan tentunya semua teman-teaman guru di SMK 3 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah bisa menerima kehadiran dan keberadaan saya dalam dua tahun ini. Terima kasih semuanya……..

Dan yang tidak bisa saya abaikan atas perjalanan saya ini tentunya adalah pak Dedi Dwitagama. Beliaulah yang merekomendasikan sehingga saya bisa di terima di SMK 3 dan berkat beliaulah terbuka wawasan saya. Mengenai sosok beliau sudah ada tulisan yang siap dipublish. Terima kasih sahabat, kebaikan anda semua tidak bisa saya balas dengan materi kecuali doa semoga senantiasa diberi kesehatan, kekuatan dan balasan dari yang Allah SWT. Amiin.

3 Tanggapan to “Izinkan saya ber”Terima Kasih””

  1. basuki34 Says:

    Ass Wr Wb

    Apa kabar pak Hary kapan bisa bertemu kembali?
    Ya beruntunglah pak berada di lingkungan yang amat sangat mendukung dan men support kita apa lagi di lingkungan kita itu banyak orang yang berhati baik yang bisa kita jadikan guru yang selalu menularkan ilmunya kepada kita.

    Wassalam

  2. sugiman Says:

    wah pak hariyanto…salut deh.

    semoga lain kali berterima kasihlah pada Alloh terlebih dahulu sebelum pda makluknya..hehheheh…..
    setujuuuu………………..

  3. ahliswiwite Says:

    ya selamat. G.meliau deket pak di KALBAR… he..he… sapa tahu nyasar disitu kalau saya main ke KALBAR. Tapi dulu ya….?????
    iya mas..tapi sekarang nda bisa nemenin kesana, sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya he..he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: