Knowledge Based EconomyC

 Kita semua telah tahu bahwa negara kita merupakan kepulauan terbesar di dunia dimana memiliki luas wilayah laut dan Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) 5,8 km2 juta sementara luas daratannya justru lebih kecil yaitu sekitar 1,9 juta km2, kemudian mempunyai jarak 5400 km dari arah timur ke barat dan 2300 km dari arah utara ke selatan. Dengan jumlah pulau lebih dari 17000, maka garis pantai yang dimiliki Indonesia mencapai sekitar 81000 km.

Dengan angka-angka tersebut, berarti wilayah pesisir Indonesia memcapai luasan yang proporsional terhadap garis pantai yang dimilikinya. Disamping mempunyai garis pantai sepanjang itu, Indonesia juga dikenal sebagai negara mega-biodiversity dalam hal keanekargaman genetic, spesies dan ekosistem pesisir lautan. Jelas ini merupakan suatu asset yang bersifat nasioanl. Di samping asset tersebut, asset darat yang berupa bahan galian atau bahan pertambangan merupakan jenis asset yang lain lagi.

Asset-aset tersebut dapat tetap berstatus sumber daya pulih (yang dapat diperbaharui) bila kita dapat mengelolanya dengan baik. Bagamana kemudian kita dapat mendayagunakan sekaligus tetap dapat menjaga agar status asset tetap merupakan asset sumber daya yang dapat diperbaharui? Disinilah letak kompleksitas dalam pengelolaan wilayah yang luas tersebut.

Dalam perkembangan kemerdekaannya, selama kurang lebih hampir 62 tahun Negara belum mampu mensejahterakan masyarakatnya sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Terlebih pasca krisis ekonomi 1998 yang berimbas pada krisis politik, angka pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat. Aset asset tersebut ternyata  belum sepenuhnya menjadi lokomotif atas perbaikakn ekonomi negara ini. Dimana letak persoalannya?

Merubah paradigma
Disamping factor sumber daya alam yang bersifat statis, ada hal lain yang bersifat dinamis yaotu perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi. Salah satu yang menentukan saat aini adalah apa yang disebut ICT (Informatiaon dan communication Technology). Sejauh ini peran IPTEK belum digunakan secara optimal pada kinerja perekonomian. Keterpurukan ekonomi Indonesia salah satu penyebabnya adalah karena kita masih tergantung terhadap gejolah harga saham atau dolar di luar negeri. Suatu contoh sebagai negera penghasil minyak bumi mengapa kita masih mengimpor minyak bumi? Ini tidak lain karena kita hanya menjual mentahnya tanpa diolah, bangsa yang lain yg memiliki teknologi yg mengolahnya kmd kita rela membelinya dengan harga 10 kali lebih mahal minyak bumi olahan tersebut (refined oil). Dan ini terjadi pada barang-barang tambang yang lain spt timah, emas, dsb. Begitu lama keadaan ini berlangsung sehingga menjadi sangat biasa dan akhirnya kita berfikir bahwa membeli (impor) jauh lebih gampang dari pada membuat sendiri. Dengan perkembangan IPTEK, sudah saatnya kita merubah paradigma dalam pembangunan ekonominya yaitu dengan memasuki suatu tuntutan ekonomi yang berbasis penguasaan IPTEK (Knowledge Based Economyc)

Apa itu KBE?

Terminologi knowledge based economyc berasal dari pemahaman tentang peran penting dari knowledge dan technology terhadap terjadinya pertumbuhan ekonomi., dimana knowledge yang menyatu pada manusia sebagai modal manusia (human capital) dan pada teknologi, yang selanjutnya kedua hal tersebut akan menggerakan perkembangan ekonomi.

KBE adalah suatu upaya meningkatkan produktifitas, daya saing dan pertumbuhan. Pada dasarnya penopang KBE ada empat pilar yaitu:

  1. Sistem Pendidikan, yang menjamin masyarakat dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan secara luas,
  2. Sistem inovasi, yang mampu membawa peneliti dan kalangan bisnis menerapkan secara komersial hasil riset dan teknologi,
  3. Infrastruktur masyarakat informasi, menjamin masyarkat dapat melakukan aksess secara efektif terhadap informsi dan komunikasi,
  4. kerangaka kelembagaan dan ekonomi, terjaminnya kemantapan lingkungan makro ekonomi, persaingan lapangan kerja buruh dan keamanan nasional.

Melihat 4 pilar di atas,  bahwa Indonesia belum sepenuhnya mampu menerapkan kebijakan tersebut menjadi sebuah pondasi menuju KBE. Pendidikan yang seharusnya menjadi motor dalam pembangunan karakter dan kemajuan sebuah bangsa sampai saat ini masih disibukan dengan persoalan-persoalan dasar spt kurikulum,  kualifikasi guru dan kesejahteraannya, sarana yang tidak memadai dsb. Di samping itu, masih mahalnya biaya pendidikan khususnya pendidikan tinggi menyebabkan akses untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu bagi sebagian masyarkat sepertinya masih jauh panggang dari api. Oleh karena itu sangat wajar jika daya saing SDM kita jauh lebih rendah dibandingkan Negara-negara lain akibat dari keterbatasan dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan secara luas.

Sejauh ini daya saing produk kita jauh tertinggal dari produk-produk luar negeri  baik produk pertanian, tekstil dan turunannya , elektronik dan lainnya. Ini terlihat  dengan membanjirnya produk-produk luar negeri terutama Cina yang masuk   pasar domestic dengan harga yang relative lebih rendah dibandingkan harga produk dalam negeri. Hal ini karena kurangnya inovasi dan riset bidang teknologi dari pebisnis kita sehinga kualitas produk yang dihasilkan tidak kompetitif.

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi sudah mampu merubah peradaban dan cara pandang masyarakat kita sekarang ini. Akses informasi yang semakin mudah seharusnya menjadi modal untuk mengetahui peluang pasar dan melebarkan sayap bisnis. Kendalanya adalah bahwa infrastruktur terhadap TIK ini masih belum merata ke semua wilayah di Indonesia sehingga terjadi diferensiasi antar wilayah.

Perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh naik turunya mata uang asing terutama dolar dan harga saham. Kondisi ini diperparah lagi tidak stabilnya ekonomi makro yang berakibat sector riil tidak bergerak. Akibatnya lapangan kerja berkurang dan daya beli masyarkat juga rendah.

Sebegitu pentingkah KBE bagi Indonesia? Dilanjutkan pada bagian ke-dua

3 Tanggapan to “Knowledge Based EconomyC”

  1. deKing Says:

    Sepertinya yang lebih dibutuhkan Indonesia adalah MBE … Moral Based Economy😀

  2. harysmk3 Says:

    ups.. sy setuju moral mjd dasar dalam mengembangkan perekonomian stlh knowledge.

  3. parjono Says:

    Mungkin indonesia harus mengenang jaman dahulu! yang katanya ” Gemah ripah loh jinawi tot tentrem karto raharjo ” Dengan itu kita bisa bersikap lebih arif ,dalam segala hal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: