PLT(Nuklir) Mungkinkah?

Demo penolakan rencana pembangunan PLTN di semenanjung Muria Kab. Jepara  marak lagi beberapa hari terakhir ini. Bahkan di Kudus, Bupati dan unsur Muspida sendiri turun langsung berbaur dengan ratusan ribu demonstran. Hal ini dipicu oleh bersiteguhnya pemerintah untuk tetap melanjutkan rencana pembangunan proyek tsb guna mengantisipasi krisis energi listrik tahun 2015 nanti. Dari sudut pandang pemerintah bahwa kapasitas PLT yang ada baik tenaga air, uap, panas bumi dan diesel tidak mampu memenuhi kebutuhan energi listrik yang semakin bertambah. Apalagi BBM dan Batu bara yang selama ini menggerakan proses produksi semakin lama semakin langka (sumber alam yg tidak dapat diperbaharui) dan harganya  semakin melambung yang berimplikasi pada naiknya harga jual /kwh dan pada akhirnya TDL (tarif dasar listrik) naik. Pada akhirnya masyarakat yang menanggung semua akibat dari kenaikan-kenaikan tsb.

Dari sisi masyarakat khususnya warga Kudus, adanya pembangunan instalasi PLTN ini selain akan merelokasi sejumlah pabrik yang ada di Kudus yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja juga dampak buruk PLTN bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup di air, darat dan udara baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang (Kompas, 13 Juni 2007). Tragedi Chernobyl di Rusia menjadi contoh begitu dahsyatnya radiasi yg ditimbulkan akibat kebocoran tsb.

Posting saya ini bukan untuk membahas lebih lanjut mengenai teknologi Nuklir ini (maklum sekolahannya bukan berlatar belakang sosial), tapi justru meminta teman2 bloger seperti mas Adi Nugroho menulis dari sudut Fisika, pak guru Urip dari sudut Kimia, mas Deking dari sudut Matematika atau rekan2yg lainnya. Saya hanya tahu bahwa jika Nuklir ini dijadikan senjata maka daya ledaknya bisa ratusan kali lebih dahsyat dari bom atom yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Hal itulah barangkali yang menjadi alasan PBB (Amerika Serikat) menjatuhkan sanksi atas Iran akibat proyek pengayaan uraniumnya.

Kalau kita mau jujur, bukankah sebenarnya kita juga sudah sering bersinggungan dengan Nuklir? mohon dikoreksi bila salah, bahwa CT scan, photo Rontgen di rumah sakit jga ada unsur nuklirnya? nah barangkali rekan2 bloger bisa memberikan penjelasan untuk pencerahan kita semua shg kita tidak terjebak pada sisi negatif dari tekhnologi nuklir ini tetapi ambil added valuenya. Bukankah ilmu akan mempunyai nilai bg kemaslahatan umat bila aplikasinya juga benar. Khusus untuk PLTN ini, feasibility study menjadi harga mati yg harus dilaksanakan agar kebeadaanya benar-benar sesuai dg kebutuhan. bukankah kita tidak ingin suatu ketika rumah kita gelap gulita karena harus mengalami pemadaman bergilir?

4 Tanggapan to “PLT(Nuklir) Mungkinkah?”

  1. axireaxi Says:

    wedeeh, nama saya dipromosikan (^_^)
    matur nuwun
    *malumalumeonggarong*

    oia, kalo ngomong PLTN syusyaah pak!
    tapi kalo ditanya :mungkin: atau :tidak: ya.. mungkin saja sih…

    tapi syarat2nya emang kelewat berat.
    sudah gitu biayanya super mahal..

    spt kita tahu, debat ttg hal ini sdh berlangsung lama.
    jangankan saya yg masih ingusan dan bau kencur ini, hla wong para pakar saja masih berdebat ttg kelayakannya kok..

    gitu dulu ya..

    salam,
    adi.n

  2. harysmk3 Says:

    matur nuwun mas tanggapane….
    kapabilitas sampeyan memungkinkan lho?

  3. sapto Says:

    Salam kenal..
    Maaf kalo baru kenal langsung komen..
    Kemaren ada ledakan di Lab BATAN..
    Itu baru di lab metalurgi..gimana kalo di PLTN ? gak usah meledak deh…bocor dikiiiittt..aja..
    Kecelakaan bisa terjadi dimana dan kapan saja…memang..tapi kecelakaan karena nuklir…? Lumpur aja gak bisa ngendalikan..

  4. harysmk3 Says:

    thx sudah mau singgah ke gubuk saya,
    barangkali selama SDM-nya belum siap jangan dulu x..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: