MemBanguN Rasa PercayaDiri (part-1)

Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari tidak P.D. dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin setiap orang Insya Allah pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Individu sering berkata pada diri sendiri “dulu saya tidak penakut seperti ini….. kenapa sekarang jadi begini?”.

Ada juga yang berkata, “koq saya tidak seperti dia … yang selalu percaya diri …rasanya selalu saja ada yang kurang pada dari diri saya…saya malu menjadi diri saya!”. Pertanyaan –pertanyaan itulah yang sering muncul dalam diri dan seringkali ketika akanmelaukan sesuatu terasa di dada begitu berdebar dan susah untuk ditenangkan kembali. Kadang sampai takut untuk menunjukn identitas dirinya karena sudah merasa sebagai kekurangan/kelemahan, walaupun kekurangan itu sebetulnya hanya angan-angan semata. Sudah tentu, hilangnya ras percaya diri seperti utu menjadi sesuatu yang amat mengganggu terlebih ketika dihadapkan pada tantangan ataupun situasi baru.baca seterusnya ………Menyikapi kondisi di atas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita : mengapa rasa percaya diri (self confidence) begitu penting dalam kehidupan individu? Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri (self confidence) dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal? Jika memang rasa percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Untuk menjawab pertanyaan ini, akan dicoba dibahas dari dua sudut yaitu Dimensi Psikologis dan Dimensi Agama.Akan tetapi sebelum menuju rasa percaya diri, perlu diketahui tentang perlunya harga diri (self esteem), karena pada hakekatnya sumber dari tumbuhnya rasa percaya diri adalah berawal dari terbangunnya sikap self esteem (harga diri). Bahkan cirri-ciri bahwa seseorang mempunya harga diri yang kuat itu salah satunya adalah dia mempunyai self confidence (percaya diri). Perbedaan antara self esteem dan self confidence adalah, kalau sudah mempunyai self esteem berarti sudah pula memiliki self confidence, akan tetapi walau sudah memiliki self confidence belum tentu memiliki self esteem.

HARGA DIRI (SELF ESTEEM)

Apa harga diri itu? Harga diri adalah hal menyukai diri. Ini bukannya suatu kesombongan atau keangkuhan sebagaimana orang yang tersinggung “harga dirinya”, tapi percaya pada diri dan tindakan kita sendiri, atau nilai-nilai yang kita berikan pada diri sendiri tentang emosi, fisikal (jasmaniah) dan spiritual (rohaniah). Atau lebih lengkapnya harga diri adalah perasaan, perilaku dan mengetahui bahwa anda berhak untuk memilih apa yang anda kehendaki sebagai bagian dari kehidupan anda dan mengambil sikap untuk melakukan tindakan yang anda pilih di berbagai area kehidupan anda yang membuat perasaan diri sendiri menjadi lebih baik dan lebih percaya diri. Self esteem adalah sebuah ktrampilan yang dapat dipelajari dan dilatih oleh siapapun seperti halnya mempelajari banyak hal dalam kehidupan ini, bukan sesuatu yang diketahui sejak lahir.Mengapa harga diri itu penting? Karena :

  • Di dalam setiap budaya ada taraf dasar harga diri yang diperlukan,
  • Harga diri membantu orang merasa mampu mengembangkan ketrampilannya dan berguna bagi masyarakat,
  • Harga diri yang rendah bisa berkaitan dengan kesehatan, sperti stress, sakit jantung dan bertambahnya ulah “nakal”.
  • Penelitian menyatakan bahwa orang perlu akan harga diri yang kuat agar merasa yakin berbuat sesuatu dan menggunakan kemampuan serta bakatnya dengan sebaik-baiknya.

 KARAKTERISTIK SELF ESTEEM

Self esteem ditinjau dari kondisinya dibedakan dalam 2 (dua) kondisi :

  1. Strong (kuat)
  2. Weak (lemah)

Ciri-ciri orang yang memiliki self esteem yang kuata.   

  1. Self Confidence (percaya diri)       yaitu menghadapi segala sesuatu dengan penuh percaya diri dan tidak mudah putus asa, menyadari sepenuhnya kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Rasa percaya diri dimanfaatkan untuk bisa mengatasi segala permasalahan yang muncul shg tidak mudah putus asa dan bila berhasil juga tidak besar kepalab.   
  2. Goal Oriented ( mengacu hasil akhir)       yaitu ketika ingin melaksanakan sesuatu selalu memikirkan langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuaanya denga memikirkan segala konsekuensi yang diperkirakan akan muncul serta memiliki alternative lainnya untuk mencapai tujuan tersebut. 
  3. Appreciative (menghargai)       yaitu merasa cukup dan selalu bisa menghargai yang ada disekelilingnya serta dapat membagi kesenangannya dengan orang lain.

   4. Contented (puas/senang)       yaitu bisa menerima dirinya apa adanya dengan segala kelebihan dan kelemahannya serta mempunyai toleransi yang tinggi atas kelemahan orang lain dan mau belajar dari orang lain. Dia melihat masa depan dengan apa yang ada pada dirinya dan yang bisa dilakukannya dan bukannya masa depan yang sekedar menirukan orang lain. 

Orang yang mempunyai Self Esteem yang kuat akan mampu membina relasi yang baik dan sehat dengan orang lain, bersikap sopan dan menjadikan dirinya menjadi orang yang berhasil. Cirri –ciri orang yang memiliki self esteem yang lemah (weak) adalah :

  1. Critical (selalu mencela)       yaitu selalu mencela orang lain, banyak keinginannya dan sering kali tidak terpenuhi, senang memperbesar masalah-masalah kecil dan seringkali tidak mengakui kelemahannya.
  2.  Self-centred (mementingkan dirinya sendiri)       yaitu biasanya egois, tidak peduli dengan kebutuhan atau perasaan orang lain, segala sesuatunya berpusat pada diri sendiri, tidak ada tenggang rasa dengan lainnya yang akhirnya berakibat bisa menjadi frustasi.
  3. Cynical (sinis/suka mengolok-olok)       yaitu senang meledek orang lain dengan omongan yang sinis, sering mensalahartikan pemikiran, kegiatan, kebaikan serta niat baik orang lain sehingga orang lain tidak senang pada dirinyad.    Diffident (malu-malu)       yaitu menyangkal atas semua kelemahannya, tidak pernah bisa membuktikan kelebihannya dan sering kali gagal dalam melakukan sesuatu.     
Ditulis dalam berita. 6 Comments »

6 Tanggapan to “MemBanguN Rasa PercayaDiri (part-1)”

  1. parjono Says:

    Memang menumbuhkan rasa percaya diri agak susah. Tetapi kita harus dapat menumbuhkannya. Berbagai cara menumbuhkan rasa percaya diri dapat dilakukan berbeda masing – masing orang! Tapi kalau kita mengagap orang itu sama derjatnya maka rasa iti dapat muncul dengan sendirinya!

  2. harysmk3 Says:

    yup.. setuju dgn saudara.

  3. desy Says:

    hai..saya mahasiswa dari bandung..saya sangat tertarik dengan self-esteem..saya mau tahu darimana saudara mendapatkan ciri-ciri self-esteem yang tinggi dan rendah? (sumber buku) karena saya membutuhkannya untuk skripsi saya..terima kasih..pls rpl

  4. steen pray Says:

    saya selalu merasa tidak percaya diri karena saya memiliki kekurangan fisik,jelasnya saya memiliki gigi yang tonggos sehingga saya sering kali merasa minder kalau berhadapan dengan orang lain,karena saya merasa malu dengan gigi saya.itulah yang membuat kehidupan saya mengalami keterpurukan sampai saya merasa putus asa.sya mohon bantuanya supaya saya tidak lagi menjadi orang yang minder dan supaya kehidupan saya dapat berjalan dengan baik.terima kasih atas bantuanya.

  5. Rama Sejati Says:

    Artikel yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai tidak percaya diri berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik -> Tidak Percaya Diri ?

  6. dealer pulsa Says:

    mari kita tanamkan dan kembangkan nilai percaya diri sedini mungkin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: