Pekerja Sosial

Kamis, 1 Maret jam 5.30 HP saya berdering saya kaget ternyata yang menelepon sahabat lama saya ketika masih bertugas di Sambas Kal-Bar. Ternyata sahabat  ini dapat panggilan dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Pekerja Sosial di Lembang, Bandung untuk pelatihan pekerja sosial yang nantinya bisa di terapkan disekolah. Kebetulan sahabat saya ini belum pernah ke Jakarta apalagi ke Bandung. Sahabat saya ini meminta saya untuk mengantarnya ke Bandung karena tajut tersesat (maklum baru pertama ke jawa). Tanggal 2 sahabat saya ini terbang dengan Sriwijaya Air pukul 8.00 dari Pontianak dan Sampai Bandara Soekarno-hatta pukul 9.30. Beliau sms saya kemudian saya sarankan untuk naik Damri ke Gambir biar nanti saya tunggu di gambir. Bagitu sampai di gambir dan turun dari Bis, sahabat saya ini tidak menyangka bisa melihat monas dari dekat yang selama ini hanya dilihat melalui TV. Bahkan sempat sms ke orangtuanyadi sambas memberitahukan bahwa dia saat ini ada di bawah monas. Dengan jasa travel berangkatlah kami ke Bandung dan sampai disana pukul 16.30. Saya belum pernah ke BPPPS di lembang tapi dengan bekal bahasa sunda yang saya miliki dan saya tanya sana sini sampailah juga kami di tempat itu sekitar pukul 18.30. dan ternyata sudah banyak utusan dari berbagai sekolah dari 6 propinsi Kalbar, Bangka Belitung, Lampung , Banten, DKI Jakarta dan Jabar. Yang menjadi pertanyaan saya apa sih pekerja sosial itu dan apa hubunganya dengan guru BP di sekolah? yang saya kenal hanya relawan pada saat ada bencana. Setelah sahabat saya register, saya sempat tanya-tanya pada petugas bahwa latar belakang adanya pelatihan ini diawali dengan maraknya tawuran antar pelajar di Jakarta pada dekade tahun 90-an. untuk mengetahui akar permasalahannya maka guru-guru di tingkat SLTA khususnya guru BP harus mendalami latar belakang sosial para siswanya, maka dirancanglah suatu pelatihan terhadap para guru BP yang dikordinasikan oleh DepSos melalui BPPPS. Layaknya pelatihan, mereka juga mendapatkan modul pembelajaran dan materi-materi lain seperti diskusi, pembuatan laporan dan out bound. Kegitan yang selama ini sudah dilakukan ternyata tidak hanya untuk guru-guru saja, Orsos dan warga daerah konplik pun pernah mendapatkan pelatihan ini. Selamat belajar sahabatku semoga hasil dari pelatihan ini bisa diaplikasikan di daerahnya masing-masing.

Ditulis dalam berita. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Pekerja Sosial”

  1. dedidwitagama Says:

    sahabat
    bisa
    seperti
    keluarga

    bahagia
    rasanya
    melihat
    sahabat kita
    berbahagia

  2. bocahbancar Says:

    Wah teman sekelas saya ada yang dari BP2KS di LEmbang low..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: