Melepas Sahabat Yg Purna Tugas

Ibu Bertha, Pak Amar dan Bu Rosta

Dari Ki-ka : Ibu Bertha, Pak Amar dan Bu Rosta

Kebahagiaan seorang pegawai adalah ketika mereka berhasil memasuki masa purna tugas (pensiun) dalam keadaan sehat walafiat. Lepas sudah semua beban tugas dan tanggung jawab serta rutinitas sehari – hari dari penatnya pekerjaan.Dan saatnya kini memasuki suasana kehidupan baru yang bebas.  Rabu, 11 February keluarga besar SMK Negeri 3 Jakarta melepas 3 teman yang bulan Januari ini memasuki masa purna tugas. Meraka adalah Ibu Bertha Aritonang, Ibu Rostaria Sitinjak, Guru, dan Pak Amar Suhendar staf TU. Kami hanya bisa berharap semoga kalian bertiga senantiasa sehat walafiat dan pengabdiannya bisa diterima Tuhan yang maha kuasa , kami yang masih akatif akan meneruskan perjuangan kalian mencerdaskan anak bangsa tercinta. Untuk itu sebuah puisi dari anak-anak yang kalian tinggalkan.

Baca entri selengkapnya »

Terserabutnya Estetika Ruang Publik kita

Pemilu legeslatif tinggal hitungan hari. Para caleg dari berbagai partai politik baik untuk DPRD Kota/Propinsi maupun Pusat sudah mulai menjajakan jualannya setidaknya dalam bentuk foto diri. Oleh karena itu di sudut-sudut kota bahkan desa yang menjadi ruang publik, kita menyaksikan foto-foto calon politisi bertebaran baik dalam ukuran mini sampai raksasa. Semuanya mencantumkan infomercial khusus, spt gelar akademis lengkap, gelar agama bahkan gelar bangsawan pun dimasukan. Hal itu tentunya berdasarkan keyakinan bahwa credential-credential ini bisa mempengaruhi publik.

Tidak salah memang yang mereka lakukan dimana arena kompetisi untuk menjadi seorang legislator begitu ketatnya. Dengan jumlah partai yang begitu banyak dan masing-masing mencalonkan orang-orang terbaiknya sudah pasti akan terjadi persaingan ketat untuk bisa duduk di kursi DPR atau DPRD. Belum lagi dengan sistem suara terbanyak dalam penentuan calon yg menang, kompetisi ini tidak hanya dirasakan dengan caleg dari partai lain tetapi jg dalam  internal partai. Bagi caleg yang sudah dikenal luas oleh publik baik karena mereka selebriti, incumbent, atau mantan pejabat sipil atau militer penyebaran foto diri mungkin tidak semasif caleg-caleg yang tidak dikenal. Lain halnya caleg yang diajukan oleh parpol baru dimana publik belum mengenalnya. Salah satu yg paling efektif untuk “menjual diri”nya agar dikenal publik yaitu dengan penyebaran spanduk, poster, pamflet, kartu nama dsb. Apa yang terjadi kemudian?

lebih lanjut klik disini

Yang tersisa dari Calon Guru (Dokumentasi saat perpisahahan)

Pada saat perpisahan

Pada saat perpisahan dari ki-ka: Latief, Levin, Yayu, Tiar, Eko dan Miko

Pada postingan terdahulu, saya pernah menulis tentang mahasiswa UNJ yang sedang melaksanakan PPL di sekolah kami. Di samping menggantikan peran guru untuk mengajar mata pelajaran yang diampu sebagai proses latihan, oleh pak Dedi waktu itu mereka diberi tugas untuk membimbing siswa dalam program ekstra kurikuler. Atau lebih pasnya memberikan tantangan pada mereka untuk menghasilkan kegiatan yang bermanfaat pada pengembangan bakat dan kreativitas siswa.  Oleh karena itu sesuai dengan minat dan bakat mereka, ke enam mahasiswa tersebut mendpatkan tugas untuk pembimbingan ekskul ini yaitu Soedjatmoko bidang fotografi,  Latihef Yuliawanbidang Olah Raga Basket, Eko Prasetyo bidang musik Perkusi dari barang bekas, Levin Anggrayani untuk mading, Wahyu  untuk Rohis dan Tiar Novitasari modern dance. Hasil binaanya dipamerkan pada saat perpisahan beberapa waktu yang lalu. Berikut dokumentasinya :

perkusi-barang-bekas modern-dance

rohismading

Upgrading Pelatihan Guru Penjualan

Pak Surono, Ferdi (SHARP IND), Bu Yani dan Pak Puji

Dari Ki-Ka: Pak Surono, Ferdi (SHARP IND), Bu Yani dan Pak Puji

Pemanfaatan peralatan dalam proses pembelajaran adalah sebuah keharusan dalam dunia pendidikan khususnya sekolah kejuruan. Yang kita temui di lapangan terkadang sangat memprihatinkan. Ada dua sisi keprihatinan kita, yang pertama banyak sekolah yang sarana peralatannya tidak memadai shg tidak bisa optimal dan proses belajar siswa. Tapi ada juga sekolah yang memiliki sarana penunjang dalam pembelajaran lengkap tapi pemanfaatannya yang kurang. Hal ini terkait pada SDM dalam hal ini guru yang belum menguasi cara mengoperasikan peralatan tersebut.

Sekolah kami yang kebetulan mendapat bantuan peralatan yang cukup lengkap untuk jurusan Perkantoran dan Penjualan ternyata dari sisi guru dalam pemanfaatan alat-alat tersebut masih sangat kurang terutama untuk peralatan lab penjualan seperti Cahs register, timbangan digital dan sejenisnya. Maka untuk mengoptimalkan penggunaan alat-alat tersebut, dengan inisisatif pak Puji sumaryanto sebagai ketua jurusan/program keahlian Penjualan hari  Sabtu kemarin mengundang trainer dari PT SHARP INDONESIA untuk mengajari cara pemograman dan pemanfaatan cash register. Pelatihan ini masih akan berlanjut bebarap hari ke depan karena banyak yang harus dipelajari. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kompetensi guru dalam penguasaan mesin-mesin bisnis bisa ditingkatkan sehingga proses pembelajaran lebih menarik lagi.

Puisi untuk Kepala Sekolah (Dokumentasi acara Pisah Sambut)

Tema dalam acara pisah sambut kepala SMK 3

Tema dalam acara pisah sambut kepala SMK 3

Sudah menjadi tradisi di negeri ini, bahwa setiap ada pergantian pimpinan  selalu dibarengi dengan acara pisah sambut.

Rotasi atau mutasi adalah hal biasa dalam sebuah institusi/organisasi. Demi penyegaran dan pembinaan karir merupakan alasan pertimbangan  dan pembenar terjadinya pergantian pimpinan. Demikian pula yang terjadi di sekolah, dengan alasan penyegaran sehubungan dengan periode kepemimpinan pak Dedi sudah berakhir maka di awal tahun ini beliau mutasi ke SMK Negeri 36 (lihat tulisan ini) dan digantikan oleh pak Bambang Eru Cakra (guru SMK Negeri 53 yang berhasil lulus dalam talent scouting).

selengkapnya klik disini

Dari Titik 10 Km, Cerita sebuah Perjalanan Karir

pak-dediDua kali diisukan akan mutasi dari SMK 3, ternyata tidak terbukti, namun tanpa ada desas desus sama sekali saat sedang menikmati liburan semester kemarin saya memdapat berita bahwa di Dikmenti telah terjadi pelantikan Kepala Sekolah sebagai bagian dari mutasi di lingkungan Dinas Dikmenti termasuk Kepala Sekolah saya, DEDI DWITAGAMA. Sedikit terkejut karena memang tidak ada rumors sebelumnya, tetapi melihat waktu yang sudah dijalaninya sudah saatnya memang beliau mengahkiri tugas kepsek di SMK 3.
Profil beliau pernah saya tulis dua kali, pertama, awal tahun 2008 yang lalu ketika diisukan akan dipindah dan yang kedua saat menjadi juara kedua kompetisi Blog Edukatif tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSTEKKOM DEPDIKNAS. Mengikuti perjalanan beliau selama memimpin sekolah siapapun akan mengakui bahwa SMK 3 sekarang jauh berbeda dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu. Ibarat sebuah perjalanan, saat pertama datang SMK 3 ada pada titik 10 KM namun saat ini sudah ada pada titik 90 KM artinya banyak kemajuan yang telah dicapai di bawah nahkoda beliau. Sebagai seorang pemimpin yang visioner, titik pencapaian ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan karena masih banyak mimpi yang belum diwujudkan karena sejatinya “kesuksesan seseorang bukan dillihat dari apa yang sudah dicapaianya melainkan dari usaha dalam mewujudkan mimpi-mimpinya (Khalil Gibran)” dan “Sukses adalah suatu perjalanan bukan tujuan akhir (Kata-kata Muitara)”.

Baca selengkapnya disini

Ditulis dalam berita. 3 Komentar »

Mengikuti pelatihan calon MT

Atas rekomendasi kepala sekolah, saya ditunjuk untuk mengikuti pelatihan dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran yang diselenggarakan oleh Dinas DIKMENTi dan Dinas DIKDAS bekerja sama dengan PUSTEKKOM Depdiknas selama tiga hari yang bertempat di Universitas Budi Luhur. Pelatihan ini diikuti oleh 75 guru tingkat SMP, SMA dan SMK se Jakarta yang terdiri dari masing-masing wilayah  mengirimkan 15 orang. Kegiatan merupakan program nasional yang bertujuan untuk mencetak master trainer yang nantinya diharapkan bisa menjadi fasilitator untuk guru-guru di 5 wilayah dari jenjang SMP dan SMA/K.

Pada kegiatan ini kami difasilitasi oleh pak Suwartono dari SMA 6 yang sudah mengikuti pelatihan Senior Trainer di PUSTEKKOM. Bentuk pelatihan ini lebih bersifat diskusi saja, dimana peserta dibagi menjadi 10 kelompok sesuai dengan jumlah modul yang akan disampaikan yaitu:

  1. TIK dalam Pendidikan
  2. Pengenalan Jaringan dan Jardiknas
  3. Pemanfaatan TVe dalam Pembelajaran
  4. Pemanfaatan Internet dalam pembelajaran
  5. Pemanfaatan Multi Media dalam pembelajaran
  6. Pemanfaatan Edukasi Net
  7. Pemanfaatan media Audio dalam pembelajaran
  8. Stratemgi Pembelajaran berbasis TIK
  9. Pengembangan Rencana Pembelajaran berbasi TIK
  10. Pembuatan Media Presentasi

Strategi pelatihan yang dijalankan yaitu masing-masing kelompok membedah isi modul dan kemudian mempresentasikan dan lalu ditanggapi oleh teman-teman baik berupa pertanyaan, saran, masukan, sharing pengalaman atas materi modul tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam berita. 8 Komentar »

Dari, Oleh dan Untuk Guru

Memperingati hari guru tanggal 25 Nopember kemarin, civitas akademika SMKN 3 Jakarta melaksanakan upaca yang seluruh petugasnya adalah guru-guru. Mulai dari pemimpin upacara sampai tim paduan suara. Berikut reportase visual yang bisa diabadikan (mohon maaf karena terlambat posting). Berita lain terkait bisa di lihat di sini .

Sang Komandan Upacara_Pak Bahar

Sang Komandan Upacara_Pak Bahar

Bu Yani, Bu Christin dan Bu Dian

Dari Ki-ka : Bu Yani, Bu Christin dan Bu Dian

Paduan Suara Guru dg Konduktor Bu Umi

Paduan Suara Guru dg Konduktor Bu Umi

Rasa terim kasih dengan bunga

Rasa terim kasih dengan bunga

Nggak ada bunga, lagupun oke

Nggak ada bunga, lagupun oke

Pemberian Cinderamata pada Guru faorit pilihan siswa

Pemberian Cinderamata pada Guru faorit pilihan siswa

Hari Guru Nasional (sebuah renungan)

Hari Guru Nasional yang sekaligus juga berbarengan dengan HUT PGRI ke 63 telah kita sama-sama lewati. Kemeriahan dalam rangka menyambut HUT ini ditandai dengan berbagai kegiatan baik dalam skala tingkat kabupaten/propinsi maupun nasional seperti gerak jalan, pertandingan olah raga sampai kongres yang diadakan selama 2 hari tanggal 27 dan 28 Nopember di Balai Kartini. Berita-berita yang menggembirakan sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi guru meluncur dari pejabat di negeri ini mulai dari gaji paling rendah 2 juta sampai pembayaran tunjangan profesi yang segera akan dibayarkan termasuk juga program sertifikasi.

Namun disisi lain, setiap Hari Guru juga mengisahkan cerita pilu dari sebagian teman-teman guru yang berstatus honorer. Pengabdian mereka dalam upaya mencerdaskan anak bangsa tidak sebanding dengan gaji yang diterimanya. Jangankan untuk membeli buku untuk memperkaya pengetahuannya, sekedar mempertahaankan agar kebutuhan hidup keluarga terpenuhi kadang harus nyambi kerja yang lain.

Demikian juga teman-teman guru bantu yang ada di Jakarta, berbeda dengan guru bantu yang ada di daerah yang sudah diangkat menjadi PNS, teman-teman di Jakarta belum jelas nasibnya. Berbagai upaya dan usaha sudah mereka lakukan seperti demonstrasi, mendatangi DPRD, Dinas pendidikan tapi hasilnya masih kalau boleh dikatakan “gelap”. Bahkan hak-hak mereka yang seharusnya sudah diterima belum juga diberikan. Demikian sepenggal kisah pilu dari teman-teman guru yang kebetulan statusnya belum PNS terkait hari guru nasional meskipun sama-sama mempunyai tugas dan tanggung jawab yaitu mendidik anak bangsa menjadi generasi yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis dan berakhlak. Bersabarlah wahai teman-teman…..(kelihatannya mudah mengatakan tapi kenyataan berat menjalankannya)

Dan bagi teman-teman yang beruntung, peningkatan kesejahteraan hendaknya dibarengi dengan peningkatan kompetensi dalam mendidik dan mengajar. Jadilah guru yang “OUT OF BOX”, yang bisa memberikan inspirasi pada anak didik kita sehingga menjadi generasi yang lebih baik. Berubah adalah kata kuncinya.

Berubah dari kebiasaan yang monoton atau yang itu-itu saja sementara hal itu tidak memberikan kemajuan pada diri kita dan sekelilingnya

Berubah ke arah peningkatan kualitas diri dalam rangka mengemban amanah negara mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga………………….

Dunia Blogger: dari Narsis sampai Citizen Jurnalism

Blog atau web blog sejak pertama kali diperkenalkan oleh Jorn Barger tahun 1998 telah mengalami perkembangan yang sangat pesat  baik yang berbayar maupun gratisan. Khusus untuk penyedia web blog gratisan seperti wordpress.com, blogger.com hampir setiap jam membernya selalu bertambah. Pada awalnya istilah blog ini diberikan kepada orang-orang yang memiliki website pribadi dan selalu meng-updatenya baik itu berita, link ke website lain, curhatan, tutorial dan sebagainya.

Baca entri selengkapnya »