2 Kejadian Tragis di Bulan Ramadhan

Ada dua kejadian yang cukup memprihatinkan kita semua dalam dua hari ini di bulan suci ramadhan. Pertama enam orang anak yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa tewas sia-sia tenggelam di Danau karena menghindari kejaran lawan dan patroli polisi saat tawuran antar warga di Ciputat. Kedua, 21 orang dinyatakan meninggal terinjak-injak pada saat mengantri pembagian zakat di Pasuruan. Yang menyedihkan adalah nilainya yang hanya Rp. 20.000,-.

Untuk peristiwa yang pertama, sungguh sangat miris di saat kita sedang berpuasa melawan hawa nafsu ternyata masih ada saja orang-orang yang dipengaruhi olehnya sehingga emosi tidak bisa dikendalikan. Hal sepele (masalah petasan) menyebabkan dua kelompok warga yang umumnya masih remaja saling lempar batu tawuran sedangkan kejadiaan itu sehabis sholat shubuh. Persoalan tawuran di negeri ini seolah menjadi hal biasa dan sering terjadi di beberapa daerah. Sebelumnya masih di Jakarta terjadi tawuran antara warga Manggarai dan Setiabudi gara-gara rebutan lahan parkir. Di Bojonegoro terjadi perkelahian antara anggota sebuah perguruan silat dengan msyarakat. Apa yang sedang terjadi dengan negeri ini?

Di harian Kompas kemarin, terkait dengan peristiwa di Ciputat Kak Seto seolah menyalahkan sistem kurikulum sekolah yang terlalu berorientasi pada materi pelajaran yang menyebabkan siswa mandapat tekanan psikis. Menurut saya sah-sah saja beliau berpendapat seperti itu, tapi jujur saya tidak sependapat dengan hal tersebut. Dengan sistem KTSP saya pikir tidak telalu membebani siswa di dalam belajar. Artinya kejadian itu tidak menggambarkan secara umum bahwa kurikulum sekolah menjadikan anak terbebani sehingga stress dan akhirnya pelampiasanya dengan perilaku agresif seperti tawuran, berkelahi dll.

Yang perlu diperhatikan adalah masalah pendidikan akhlak dan moral dengan didasari oleh pengetahuan agama yang kuat yang dalam implementasinya benar-benar dihayati bukan sekedar ritual belaka. Contoh ibadaha Shalat dalam agama saya, mestinya bisa menjadi benteng dalam setiap tindakan/perbuatan kita. Dalam sebuah ayat, Allah berfirman :

Sesungguhnya Shalat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

Dalam konteks yang lebih luas lagi tentunya orang yang bisa menjalankan Shalat dengan benar baik gerakan, bacaan dan esensinya tentunya bisa mengendalikan dan mencegah perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma baik norma agama maupun norma hukum seperti mencuri, merampok korupsi dan lain-lain.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memiliki hawa nafsu dan sesuai dalilnya bahwa “Sesungguhnya nafsu itu akan memerintah kita pada kejelekan”, namun dengan keimanan dan pengetahuan agama yang kuat tentunya kita bisa mengendalikan ke arah yang lebih baik.

Kejadian di Pasuruan merupakan kejadian yang selalu terulang di bulan ramadhan ini. Pemberian zakat yang dilakukan sendiri dengan nilai yang cukup besar biasanya mengundang ribuan masyarkat miskin untuk datang. Apakah ini ketidak percayaan masyarakat terhadap lembaga zakat atau maaf ada niat yang lain. Dengan adanya lembaga zakat dari tingkat pusat sampai daerah tentunya bisa menjadi fasilitator dalam pemberian zakat pada fakir miskin. Persoalan apakah sampai atau tidak zakat yang sudah dikeluarkan oleh “orang kaya” mestinya dibuang jauh-jauh. Artinya ketika kewajiban kita sudah bisa dilaksanakan ya sudah cukup sampai disitu saja dan mengenai pendistribusiannya kepada mustahiq menjadi tanggung jawab amil zakat yang ada pada badan zakat tersebut. Dengan demikian kejadian yang merenggut 21 orang seperti yang terjadi di Pasuruan bisa dihindari.

Persoalan kemiskinan di negeri ini memang tidak akan pernah selesai untuk dituntaskan. Kesejahteraan masyarakat yang sejatinya menjadi tugas negara sampai sejauh ini belum juga dapat dijalankan oleh negara. Padahal UUD mengamanatkan bahwa Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Pada kenyataanya masyarkat miskin dinegeri ini masih ada sekitar 25% dari keseluruhan masyarkat kita. Akankah kejadian Pasuruan terulang lagi di masa yang akan datang? hanya waktu yang bisa menjawabnya.

image :http://agusali.blogspot.com/2007_09_01_archive.html

About these ads

2 Tanggapan to “2 Kejadian Tragis di Bulan Ramadhan”

  1. kusdiyono Says:

    Nilainya bukan 20.000, tapi kata koran 40.000…lembaga ZIS harus lebih profesional sehingga orang lebih percaya dan orang mau berZIS di ZIS….
    Menurut Kompas awalnya 30.000,- tp karena yang datang membludak diturunkan jd 20.000,-

  2. MUSLIM RAJUNI Says:

    BIAR ORG MISKIN G MAMPUSLAGI PADA SAAT PEMBAGIAN ZAKAT, MENDINGAN DUIT TERSEBUT DI SERAHIN KE KELURAHAN ATAU RW BIAR MEREKA YG BAGIIN KE WARGA YG MEMANG WAJIB MENERIMA ZAKAT TERSEBUT. OK MIIIII!!!!! (NGGA) USULNYA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: