Moodle, Portal E-Learning

Ada tulisan menarik di harian http://cetak.kompas.com, mengenai software gratis untuk membangun portal e-learning. Bagi Rekan-rekan penggiat e-learning barangkali ini bisa dijadikan referensi dalam mengembangkan model pembelajaran e-learning sehingga lebih menyenangkan dalam proses KBM. berikut informasinya.

Seorang guru sebuah sekolah menengah di Jakarta mengeluhkan adanya biaya pembuatan portal website untuk kepentingan sekolahnya. Nilai proyek pembuatan website dan biaya sewa server untuk hosting (tempat meletakkan file di website) itu mencapai jutaan rupiah per bulan. Biaya itu sebenarnya bisa dipangkas jika mereka mengetahui banyak software gratis yang siap digunakan.

Di dunia internet, banyak manusia super baik hati yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan sosial. Mereka bekerja siang malam selama bertahun-tahun untuk menghasilkan perangkat lunak gratis. Dalam konteks ini, manusia-manusia seperti itu jauh lebih baik hatinya dibanding institusi pemerintahan kita.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam berita. Leave a Comment »

Psikopat dari Jombang

Very Idam Henyansah atau Ryan (30) saat ini menjadi pembicaraan masyarakat ramai terkait pembunuhan berantai yang dilakukannya. Terkuaknya kasus pembunuhan ini diawali dari tertangkapnya Ryan sebagai tersangka pembunuhan sadis dengan mutilasi atas Hery Santoso yang mayatnya ditemukan di Jagakarsa. Banyak orang tidak menyangka seorang Ryan yang berpenampilan kalem mampu melakukan tindakan sesadis itu apalagi dia mengalami kelainan orientasi seks (gay). Melihat kasus mutalasi yang pernah terjadi, ada korelasi antara kelainan seks dengan perilaku sadis tersebut. Cinta segi tiga dan kecemburuan atas pasangan merupakan salah satu sebab seorang gay bisa hilang kendali dan tidak bisa menahan emosi sehingga melakukan tindakan sadistis. Pendapat ini mungkin saja tidak benar tetapi melihat kasus Ryan ini sungguh tidak habis fikir. Sebab sebelum korban Hery Santoso, ternyata Ryan sudah  membunuh 4 orang yang mayatnya dikubur dibelakang rumahnya (kemarin sudah dibongkar) dan 2 orang lagi diperkirakan di tanam di sepitank rumahnya.

Melihat jumlah korban dan cara membunuhnya, menurut beberapa psikolog Ryan mengidap psikopatik sehingga mampu berbuat di luar akal sehatnya. Mengapa Ryan bisa berulang-ulang kali melakukan pembunuhan? Menurut Tieneke S Arief seorang psikolog, salah satu ciri dari orang psikopatik adalah Kesan pertama menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, mempesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya dan Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau ngamuk.

Di samping psikopat, mungkin Ryan juga terilhami film “Silent of The Lamb” yang diperankan oleh Antony Hofkin yang berperan sbg Hanibal seorang pembunuh berdarah dingin.

image : http://www.geocities.com/imokproductions/HannibalCloseupMask.jpg

Ditulis dalam berita. 4 Komentar »

PENCERAHAN YANG INSPIRATIF

Seperti yang pernah saya tulis di sini, pak Dedi adalah kepala sekolah yang senantiasa memberikan kesempatan anak buahnya untuk terus mengembangkan diri dalam mencapai kompetensi sebagai seorang guru terutama kompetensi professional. Cara yang beliau lakukan tidak hanya sebatas mengirimkan guru pada pelatihan-pelatihan yang memang rutin diselenggarakan oleh Dinas DIKMENTI baik tingkat kota maupun propinsi tetapi sering juga mendatangkan para pakar yang kompeten seperti hari Jum’at kemarin. Dalam rangka workshop penyusunan program kerja guru, Pak Dedi mendatangkan Kusnandar, S.Pd, M.Si, seorang widyaswara di LPMP DKI Jakarta.

Berkaitan dengan guru sebagai profesi maka presentasi beliau membahas tugas dan peranan guru dalam menggapai Guru Profesional. Hal ini disadari bahwa selama ini banyak guru yang terjebak pada “pola rutinitas” yang hanya datang, ngajar, pulang. Padahal dalam konteks pendidikan abd 21 ini, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar (teacher) tetapi beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manajer belajar (learning manager). Disamping itu untuk tugas guru juga semakin berat terkait dengan portofolio yang harus dibuat dalam rangka sertifikasi yang merupakan bagian dari penilaian terhadap kompeten dan tidaknya sebagai seorang guru. Portofolio yang harus dibuat adalah Silabus, RPP, Program tahunan dan semester, evaluasi dan analisis soal. Ketika semua itu sudah dibuat kemudian diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan prinsip pembelajaran konstektual maka diharapkan 4 tujuan belajar seperti yang direkomendasikan UNESCO dari peserta didik bisa terwujud.

Baca entri selengkapnya »

Menulis, apa susahnya sich?

Sudah lama gubug ini tidak saya buka sejak pertengahan bulan lalu dan  begitu juga dengan kegiatan blog walking ke rumah-rumah tetangga. Ketidaksempatan membuka blog ini diawali saat disibukan dengan ujian akhir semester dilanjutkan pengisian dan pencetakan KHS kemudian menjadi bagian dari panitia PSB. Dengan hanya mengandalkan akses gratis di sekolah so kesempatan nge”net” hanya bisa dilakukan di sekolah (maklum belum bisa beli modem HDSPA). Beside, kering ide dan miskin krativitas barangkali adalah faktor utama dari tidak bertambahnya tulisan di blog saya ini. Sejujurnya banyak hal yang ingin saya sampaikan terkait berbagai macam isu yang sedang berkembang atau sesuatu yang bisa di jadikan bahan tulisan tetapi terkadang malas untuk memulai sehingga ide tinggalah ide.

Ada ungkapan, Banyak orang yang pandai berpidato tapi sangat sedikit orang yang pandai menulis, demikian juga seorang guru banyak guru yang pandai menjelaskan/menerangkan di depan kelas tapi sangat sedikit guru yang pandai menulis. Suatu kali saya pernah mengikuti kegatan sosialisasi dalam rangka Sayembara penulisan naskah buku pengayaan yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas, bahwa indikasi minimnya kemampuan guru di dalam menulis sangat jelas terlihat pada sangat sedikitnya naskah-naskah yang masuk ke panitia setiap ada kegiatan sayembara , bandingkan dengan jumlah guru yang ada di negeri ini. Kalau kita mau jujur tidak hanya dalam hal menulis saja rendahnya kemampuan guru, tetapi budaya membaca juga setali tiga uang. Padahal kemampuan menulis seseorang sangat dipengaruhi oleh sumber bacaan. Pengetahuan, informasi dan Perbendaharaan kata yang merupakan bahan dalam menulis hanya bisa diperoleh melalui referensi dari sumber bacaan yang kita baca baik buku, majalah, jurnal maupun surat kabar.

Lebih lanjut klik disini