Guru sbg Agen Perubahan, Sudahkah?

Dulu, dunia pendidikan bangsa ini pernah mengalami masa kejayaan. Ribuan orang dari berbagai Negara memilih Indonesia sebagai pemuas dahaga akan pendidikan yang berkualitas. Bahkan banyak guru-guru yang dikirim ke Negara jiran sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah mereka. Namun disaat berbagai Negara berlari mengikuti perkembangan jaman, dunia pendidikan kita malah jalan ditempat (kalau tidak mau dikatakan mundur), akibatnya kita tertinggal dan kini kualitas pendidikan kita terpuruk. Bahkan menurut laporan Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) bahwa Human Development Index (HDI) Negara kita masih di bawah Vietnam yg notabene baru merdeka beberapa tahun yg lalu dibandingkan kita yg sudah 60 thn lebih. Hal ini mengindikasikan kegagalan kita dalam pembangunan bidang pendidikan, terbukti masih ada sekitar 25 juta penduduk negeri ini yg masih buta aksara. Namun jg kita tidak bs menafikan prestasi anak-anak kita yg memperoleh medali pada ajang olympiade sains spt olympiade fisika, matematika, biologi maupun yg lain.

 Membicarakan dunia pendidikan bangsa ini seperti mengurai benang kusut, perdebatannya tidak akan pernah berakhir karena saking kompleksnya permasalahan mulai dari kurikulum, sarana dan prasarana, anggaran dan guru itu sendiri sbg ujung tombaknya. Kurikulum yg merupakan software pendidikan, sejak bangsa ini berdiri sudah mengalami beberapa perubahan baik struktur maupun istilah yg pada dasarnya dari segi esensi tetaplah sama. Belum sepenuhnya KBK (kurikulum berbasis kompetensi) dilaksanakan sudah diganti dengan istilah yg baru lagi yaitu KTSP. Jumlah anggaran yg masih kecil dalam alokasi APBN (padahal amanat UU 20%) ditengarai sbg factor yg paling besar pengaruhnya atas keterpurukan pendidikan negeri ini. Karena dari anggaran ini sarana dan fasilitas pendidikan bisa dipenuhi dan kesejahteraan guru bisa meningkat. Tetapi yang paling penting sebenarnya adalah kedudukan guru karena ditangan gurulah terjadinya proses mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam sebuah distem pendidikan, guru berperan sbg agen perubahan yang utama. Meski demikian, hal ini tidak bisa diartikan guru adalah subyek sementara murid/peserta didik adalah obyek. Konsep pendidikan modern menempatkan guru dan murid sama-sama sbg subyek pembelajaran. Bukan hanya guru yang harus aktif di kelas dan membiarkan murid pasif mendengarkan. Saat ini guru dituntut untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses pembelajran sehingga murid tergugah untuk mengkonstruksi pemikirannya karena esensi dari sebuah proses pendidikan adalah memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan kualitasnya. Sementara itu kalau berbicara kualitas maka tidak akan terlepas dari persyaratan obyektif seperti mutu dan jumlah guru, fasilitas dan sarana belajar serta buku penunjang.

Untuk bisa memainkan perannya sebagai agen perubahan maka kualifikasi dan kualitas guru harus ditingkatkan. Upaya ini sebenarnya sudah dilakukan oleh daerah – daerah dengan meberikan subsidi penuh pada guru-guru yang melanjutkan pendidikanya ke jenjang Sarjana (D IV/S1) sehingga diharapkan tidak ada lagi guru yg mengajar di SMP/SLTA yg kualifikasinya D3. khusus mengenai kesejahteraan, program sertifikasi mudah-mudahan bisa menjawab persoalan ini. Selain persyaratan di atas, bahwa untuk menjadi agen perubahan seorang guru juga harus memiliki  5 kompetensi yaitu :

1.     Kompetensi Pedagogik

Bahwa guru yg mengajar suatu mata pelajaran tertentu haruslah berlatar belakang pendidikan yg sama dg mt pelajaran yg diajarnya, misalnya kalau guru itu mengajar Kimia maka dia harus berlatar belakang jurusan Kimia. Hal ini dimaksudkan agar guru tsb betul-betul menguasai materi yg diajarkan, shg dalam proses pembelajaran guru ybs gs mengeksplorasi kompetensi yg dimilikinya kmd diterapkan pd peserta didiknya.   

2.     Kompetensi Sosial

Pada kompetensi ini, guru harus memahami bahwa peserta didik berasal dari latar belakang yg bermacam-macam baik social budaya, ekonomi keluarga, suku, agama dll. Oleh karena itu peran guru harus bisa meramu keberagaman peserta didik  dan menjadikan  sekolah sbg  sebuah tempat yg menyenangkan bg peserta didik dalam proses belajar mengajar shg mereka dapat mengembangkan  kreativitas dan bakat yg dimilikinya.

3.     kompetensi Komunikasi Personal

sebagai agen perubahan, maka kemampuan komunikasi dari seorang guru adalah hal mutlak yg harus dimilikinya. Bagaimana seorang guru bisa mentrasformasikan ilmu pengetahuannya bila dia tidak dibekali dg kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi.

4.     Kompetensi Profesional         

Pada kompetensi ini, guru harus mencintai profesi dengan sepenuh jiwanya shg dia memiliki loyalitas dan dedikasi atas profesi tsb. Dengan demikian setiap guru akan terus berusaha mengembangkan kemampuannya (memiliki kapabilitas) agar bisa memberikan kepuasan pada peserta didik. Yang pada akhirnya  setiap guru memiliki komitmen bahwa guru adalah profesinya dan disitulah tempat dia mengembangkan karirnya.

5.     Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Pada era dimana TIK sudah menyebar ke setiap bidang kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan maka gurupun dituntut untuk bisa menguasi TIK ini. Dengan TIK, guru bisa menyajikan materi bahan ajar lebih menarik disamping tentunya  jg guru bisa mencari sumber belajar yg lebih luas melalui internet.

Mungkin masih ada lagi kompetensi-kompetensi yg harus dimiliki oleh seorang guru dalam rangka melaksanakan perannya sbg agen perubahan, namun berapapun jumlahnya yg terpenting adalah komitmen. Tanpa komitmen, profesi apapun yg kita geluti tidak akan mencapai hasil maksimal. BTW marilah kita komit atas profesi kita sbg guru shg pendidikan di negeri ini kembali mencapai puncaknya spt yg pernah dialami, dan menghasilkan tentunya berimplikasi pada meningkatnya kualitas SDM Indonesia. Semoga ………………………….. 

About these ads

10 Tanggapan to “Guru sbg Agen Perubahan, Sudahkah?”

  1. parjono Says:

    Terus posting pak..! tapi jangan banyak2 capek banget bacanya

  2. rivafauziah Says:

    STOP PUNGLI – Memo Sakti Mulai Beredar di Lingkungan Dinas Pendidikan… hee…hee..

  3. harysmk3 Says:

    # parjono
    thanks atas suportnya.
    #rivafauziah
    persoalan terbesar negeri ini adalah mental
    birokrat yg belum bisa benar2 bersih dari KKN

  4. deking Says:

    Guru sebagai agen perubahan memang wacana yang tepat tetapi sayangnya tanpa adanya kesejahteraan yang seimbang maka hal tsb agak sulit
    Tidak munafik kalau urusan kesejahteraan merupakan faktor yang sangat penting dari kinerja

  5. dedidwitagama Says:

    Tak ada yang abadi kecuali peruabahan … so, always change

  6. sultanhabnoer Says:

    Guru sebagai agen perubahan? Rasanya belum Bung sepenuhnya.

  7. sigit pamungkas Says:

    tragis sepertinya menggambarkan dunia edukasi indonesia. dari yang menjadi pelepas dahaga menjadi tempat buang air alias tempat sampah. untuk memperbaiki memamg butuh waktu lm yang tentunya butuh komitmen dari seluruh komponen bangsa. sepak bola kita udah keok, teknologi masih mampet dll. tapi kita masih punya harapan untuk majukan pendidikan indonesia. BRAVO INDONESIA!!!!!!!!!!
    FUCK OF CORUPTOR!!!!!!!!!.
    from: cah tegal mampir neng ngayogjokarto nggo nuntut ilmu

  8. Abdul Qohhar Says:

    Mungkin karena saya pernah menjadi seorang tenaga pengajar maka saya dapat merasakan dan mengungkapkan hal ini.
    Begitu banyak orang yang berprofesi sebagai guru baik PNS atau Non PNS. Tetapi begitu sedikit dari mereka yang memiliki sikap hidup dan mental sebagai guru. Saya ingin kita menggarisbawahi kata PROFESI dan SIKAP HIDUP / MENTAL. Saya terkadang melihat seorang yang tidak berprofesi guru lebih layak dijadikan guru daripada seorang guru yang tidak memiliki sikap hidup / mental guru.
    Saya sangat setuju bila guru dianggap sebagai agen perubahan untuk kemajuan peradaban manusia. Tetapi tidak mempersempit ruang makna kata guru pada mereka yang berprofesi sebagai guru saja. Terimakasih

  9. gelox Says:

    If teachers really become the agent of changing so, government should increase teachers’salary and other accomodation to suppot their welfere. dont ask them to teach at some place again.

  10. New York Car Insurance Rate Says:

    I’m not sure the place you are getting your info, however good topic. I needs to spend some time learning more or figuring out more. Thank you for magnificent info I was on the lookout for this info for my mission.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: